Alumnus UPW UKSW, Pegiat Wisata

Alumnus UPW UKSW, Pegiat WisataUKSW.EDU - Fitri Ciptosari, salah seorang lulusan D3 Usaha Perjalanan Wisata (UPW), yang saat ini merupakan salah satu program studi di Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), menjadi salah seorang pegiat wisata Karimunjawa, salah satu objek wisata di Jepara.

Seperti yang dituliskan dalam Harian Kompas (31/8), Fitri saat ini berkarir di Kantor Tourism Information Centre (TIC) Semarang, yang ada di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Tengah. Fitri mengaku tertarik dengan Kepulauan Karimunjawa karena potensi pemandangan lautnya yang tak kalah indah dengan Pulau Bali. Dengan potensi tersebut, Fitri tertantang untuk ikut memajukan wisata bahari ditempat tersebut.

Kuliah di UPW

Menjadi seorang pemandu wisata adalah cita-cita Fitri sebelum akhirnya memulai kuliah di UPW UKSW  tahun 2004. Sebelumnya, ibu seorang anak ini menyelesaikan sekolahnya di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Semarang. Berawal dari informasi temannya yang juga kuliah di UPW UKSW, Fitri memutuskan melanjutkan pendidikannya di UPW UKSW.

“Saya rasa mereka (Dosen UPW UKSW) memiliki kompeten yang baik, maka saya memutuskan kuliah di bidang pariwisata di UKSW,” ungkap Fitri melalui hantaran surat elektronik hari ini (1/9). Lebih lanjut Fitri mengungkapkan, teori dan praktek yang diperolehnya dengan seimbang selama kuliah bermanfat untuk pekerjaan yang saat ini ditekuninya.

“Sebagai tour operator untuk karimunjawa, saya dapat mempraktekkan apa yang sudah saya dapat dari sejumlah materi kuliah dulu,” papar Fitri yang juga bekerja di Karimunjawa Inn Hotel. Materi yang dimaksud Fitri antara lain  perencanaan operasi perjalanan wisata dan manajemen perencanaan perjalanan wisata.

Rini Kartika Hudiono, S.Pd., MA Ketua Program Studi UPW yang ditemui diruang kerjanya siang ini (1/9) mengungkapkan bahwa perkuliahan di UPW memang menyiapkan lulusannya untuk mempunyai kemampuan salah satunya untuk merencanakan, mempromosikan, melaksanakan hingga mengevaluasi suatu perjalanan wisata.

Terakhir, Fitri mengungkapkan bahwa teori pariwisata yang umumnya dianggap susah, jangan dijadikan momok atau alasan untuk patah semangat. “Karena ilmu pariwisata akan menjadi sangat menyenangkan jika kita memahami dan mampu mempraktekkannya,” imbuhnya.(kompas/upk_bphl/ft:dokprib).

Sumber: uksw.edu