Sukses Studi Lewat Jalur Internship

Sukses Studi Lewat Jalur InternshipPada Jumat pagi 10 Februari 2012 Agora FTI (Knowledge Sharing) menggelar pertemuan dengan tema Suskes Studi Lewat Jalur Internship. Hadir sebagai pembuka diskusi salah seorang staff pengajar FTI yang merupakan penggagas ide Jalur Internship ini, yakni, Sri Yulianto Joko Prasetyo, S.Si., M.Kom. Pak Yul (begitu ia akrab disapa) memaparkan bahwa terdapat satu model pendekatan yang dapat diberikan kepada mahasiswa yang sedang dalam tahap pengerjaan tugas akhir. Model yang sudah ia ujicobakan ini pada dasarnya hendak membantu mahasiswa agar dapat segera menyelesaikan tugas akhir, tanpa mengurangi bobot kualitasnya. Sebagaimana dialami bersama dalam berbagai proses tugas akhir tak sedikit kendala yang silih berganti berdatangan, mulai dari yang bersifat personal seperti rasa malas, hingga yang bersifat eksternal seperti dosen pembimbing yang sukar ditemui. Pada akhirnya kendala-kendala tersebut entah memperlama masa studi mahasiswa ataupun dapat mengurangi kualitas tugas akhirnya itu sendiri.

Hal inilah yang kemudian dapat dipecahkan lewat jalur Internship yang sudah dipraktekan oleh pak Yul dengan beberapa mahasiswa bimbingannya. Jalur Internship secara definitif merupakan jalur pembimbingan tugas akhir dengan intesitas tinggi serta jam kerja yang terpantau. Jalur Internship juga dilakukan secara berkelompok, dimana tahap demi tahap pengerjaan tugas akhir terus diawasi. Dengan kata lain, mahasiswa tidak saja dibimbing tapi juga memberikan dirinya untuk diawasi. Menurut pak Yul, model jalur Internship ini dapat menjadi alternative model pembimbingan tugas akhir yang biasa.  Ia bahkan berpendapat bahwa mahasiswa yang masa pengerjaan tugas skripsinya lama, belum tentu karena ia memang tidak mampu, melainkan ada faktor-faktor lain yang sering menjadi kendala. Pak Yul juga menandaskan kalau jalur Internship ini tidak boleh diartikan sebagai jalur buangan. Karena siapa saja sebenarnya boleh ikut. Beberapa poin penting yang dapat disimpulkan dari jalur Internship sebagaimana diuraikan oleh pak Yul adalah:

  1. Membutuhkan intensitas – komitmen dosen dan mahasiswa
  2. Dilokalisir
  3. Waktu kerja yang disepakati bersama
  4. Bisa berkelompok
  5. Fasiltas

Dalam kesempatan ini pak Suprihadi.S.Si.,M.Kom (salah seorang dosen) berbagi pengalamannya dalam membimbing. Ia menuturkan bahwa selama ini ia pun sebenarnya sudah mempraktekan model ini hanya masih belum terlembaga (dalam arti seringkali diluar jam kerja). Bagi pak Hadi, yang penting adalah adanya kemauan dari pembimbing untuk untuk benar-benar secara Internship membimbing mahasiswa yang memerlukannya. Ia pun turut menandaskan kalau pada dasarnya bukan mahasiswa tersebut itu tidak mampu, “tidak ada mahasiswa yang bodoh” demikian ujar pak Hadi.

Audience memperhatikan dengan seksama penjelasan dari narasumber

 Audience memperhatikan dengan seksama penjelasan dari narasumber

Sedangkan dari Pambudi (mahasiswa progdi TI, salah seorang peserta jalur Internship bimbingan pak Yul) menuturkan bahwa ia betul-betul terbantu lewat jalur Internship ini. Baginya lewat jalur ini ia jadi lebih memahami setiap tahapan dan langkah-langkah dalam pengerjaan skripsinya. Senada dengan Pambudi, Monique (mahasiswa progdi TI yang sedang kerja skripsi Internship dibawah bimbingan pak Jason Prestilliano.S.T.,M.Cs) menuturkan bahwa apa yang ia sedangkan kerjakan menjadi lebih terarah dan tepat sasaran. Ia pun merasakan manfaat dari disiplin waktu kerja yang disepakati bersama. Dilain tanggapan, Purwanto. S.E (salah seorang mahasiswa Magister SI yang juga dosen D3 Komputer Akuntansi) mengungkapkan kalau pada level strata dua pun kendala yang kurang lebih sama dihadapi ketika strata 1 masih tidak jauh berbeda.
Turut urun rembug pula Johan Tambotoh (Kapuslit FTI) yang berpandangan bahwa yang penting untuk diperhatikan adalah frekwensi dari dan kualitas dari pembimbingan. Berkaca dari pengalaman yang ada sering kali ditemukan kasus rendahnya kedua hal tersebut dari setiap proses pembimbingan. Lebih lanjut ia pun menandaskan bahwa lewat jalur Internship inilah sebenarnya sudah merupakan aplikasi dari konsep riset university, karena baginya lewat jalur ini dosen bersama-sama mahasiswa dapat mengembang riset secara lebih serius.

Namun pertanyaannya kemudian adalah, siapakah yang dapat menempuh jalur Internship ini? dan adakah payung aturan fakultas yang mengaturnya? Terkait hal ini Andeka Rocky Tanaamah, SE., M.Cs. selaku dekan FTI mengutarakan bahwa akan disiapkan kedepannya suatu aturan yang secara khusus mengenai jalur Internship. Ia pun menandaskan bahwa lewat jalur ini sebenarnya bagus jika dilakukan secara berkesinambungan, dan mampu memecah topic tugas akhir agar tidak tertumpuk pada satu topic saja, serta dapat meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa. Lewat pengelompokan diharapkan pula dapat membantu beban pembimbingan dosen yang kerap kali menjadi keluhan. Ditambah lagi secara psikologi bagi mahasiswa dapat memberi motivasi dan semangat lebih dalam mengerjakan tugas akhirnya. Pada akhirnya selaku Dekan, pak Rocky memberikan komitmen fakultas untuk memfasilitasi jalur ini kedepannya. (yes.fti)