Seminar Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer

semnas ptik 2010UKSW.EDU - Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer di Balairung Universitas, Selasa (8/6).

Seminar diawali dengan pemaparan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (TIK) FTI UKSW  oleh Prof. Dr. Ir. Eko Sediyono, M.Kom Ketua Panitia seminar ini sekaligus Ketua Programstudi Pendidikan TIK FTI UKSW. Programstudi  Pendidikan TIK FTI UKSW yang baru saja dibuka diharapkan dapat memberi warna lain pada perkembangan TIK di Indonesia dengan kultur baru yang ditanamkan sejak awal.

“FTI menanamkan kultur K2I, yaitu kritis, kreatif dan inovatif dan selain itu Pendidikan TIK UKSW lebih menekankan guru TIK sebagai kreator dan bukan sebagai pengguna saja,” ungkap Eko Sediyono.

Disesi selanjutnya, Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto Direktur Southeast Asia Minister of Education in Learning Education Center (SEAMOLEC) memaparkan materinya. Gatot antara lain mengungkapkan potensi Information and Communication Technologies (ICT) dalam pendidikan tinggi, yaitu akan lebih banyak orang mendapatkan akses pendidikan dengan kualitas yang lebih baik, dengan strategi pembelajaran yang lebih fleksibel didukung dengan perangkat lunak.

Pelajaran TIK di Sekolah

Dr. Wawan Setiawan, M.Kom dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung disesi selanjutnya mengungkapkan bahwa penerapan dan pengembangan kurikulum mata pelajaran TIK di sekolah adalah salah satu langkah strategis dalam menyongsong masa depan pendidikan Indonesia.  Hal ini sesuai dengan kebijakan dalam Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional. Pendidikan TIK bukan sekedar mengikuti tren global melainkan merupakan suatu langkah strategis dalam upaya meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan kepada masyarakat.

TIK sebagai mata pelajaran baru membawa kosekuensi logis pada keharusan guru  untuk menguasai materi dan terampil mengajarkannya pada siswa. Untuk itu, guru perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang cukup memadai melalui cara yang sistematis dan komprehensif. Karena itulah diperlukan pengembangan pendidikan TIK untuk menyiapkan  guru yang akan memangku pelajaran TIK secara profesional (SD, SMP, SMA/MA, dan SMK).

Pembukaan Program Pendidikan TIK merupakan jawaban atas kebutuhan tenaga profesional dibidang komputer. Melalui sumber daya yang dimiliki, Program Pendidikan  Ilmu Komputer  akan mampu memenuhi tuntutan ilmu,  dan pengguna. Kerjasama seluruh komponen dalam membangun pendidikan TIK ini memiliki makna yang mendalam dalam perencanaan, strategis dan implementasi TIK sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik, efektif dan efisien dalam dunia pendidikan.

Hal senada juga disampaikan  Drs. Heru Subroto   Kepala SMK Negeri I Magelang. Pentingnya bahan pembelajaran berbasis ICT harus disertai peningkatan kemampuan para pelaku pendidikan atau pelatihan, untuk memiliki kemampuan dalam merancang multimedia interaktif untuk mengemas berbagai materi-materi pelajaran.

Seminar tersebut resmi dibuka oleh Pembantu Rektor III Yafet Y.W. Rissy, SH., M.Si., LLM. Dalam sambutannya, Yafet mengungkapkan bahwa untuk merubah wajah pendidikan di Indonesia diperlukan IT revolusioner. Dalam Kontek itulah Pendidikan TIK hadir untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional untuk mengajar.

Workshop

Kegiatan seminar kemarin dilanjutkan dengan Workshop Pembuatan Bahan Ajar Digital hari ini (9/6) di Laboratorium kampus UKSW. Menurut keterangan salah seorang instruktur workshop, M. Arience Ineke Pakereng, S.Kom., M.Kom yang ditemui disela workshop tadi pagi, workshop diikuti 39 peserta. Peserta workshop merupakan perwakilan dari sekolah-sekolah yang juga mengikuti seminar kemarin, seperti SMA Sang Timur Yogyakarta, SMA Kristen YSKI Semarang, SMK Negeri 1 Magelang dan SMA Negeri 1 Waikabubak Sumba Barat.

Lebih lanjut Ineke mengungkapkan dalam workshop yang materinya disampaikan oleh Indrastanti Ratna Widiasari, ST., MT tersebut peserta diajarkan membuat bahan ajar dalam bentuk powerpoint animasi. (upk_bphl;ft:upk).

Sumber: uksw.edu