UKSW Jalin Kerjasama Dengan Kabupaten Raja Ampat

UKSW Jalin Kerjasama Dengan Kabupaten Raja Ampat by upkUKSW.EDU - Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Prof. Pdt. John A. Titaley, Th.D dan Bupati Kabupaten Raja Ampat Drs. Marcus Wanma, M.Si. telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Balairung UKSW, Selasa (13/9). Bertindak sebagai saksi adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat Drs. Yulius Sanoy, M.Si dan Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW Andeka Rocky Tanaamah, SE., M.Cs.

MoU antara UKSW dengan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat tersebut dijalin dalam rangka program pengembangan sumber daya manusia di kabupaten tersebut. Dalam sambutannya, John A. Titaley menyambut baik kerjasama UKSW yang dalam hal ini akan dilaksanakan oleh FTI dengan Kabupaten Raja Ampat. Menurut John, pendidikan menjadi kunci bagi perkembangan suatu bangsa, termasuk wilayah Kabupaten Raja Ampat.


Sebagai wujud kerjasama tersebut, sejumlah agenda kegiatan akan dilakukan, yaitu pengadaan peralatan dan implementasi aplikasi pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (e-learning), pelaksanaan pelatihan bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Utusan Daerah untuk Strata 1 dan Strata 2 serta pendidikan guru dalam jabatan untuk guru-guru yang memiliki latar belakang pendidikan diploma. Demikian diungkapkan Andeka Rocky Tanaamah, SE., M.CS Dekan FTI UKSW disela acara.

Untuk pengadaan peralatan aplikasi pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (e-learning), disela acara juga diperagakan alat video conference yang nantinya akan digunakan untuk pembelajaran jarak jauh.

“Yang sudah pasti akan dijalankan adalah program infrastruktur IT yang oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat akan didanai sebesar 1 Milyar. Program ini akan melibatkan Universitas Cendrawasih dan Kabupaten Raja Ampat sebagai penyedia konten dan kami Satya Wacana sebagai penyedia infrastruktur IT” terang Andeka Rocky. 

Seminar Nasional

Seusai penandatanganan MoU, digelar seminar nasional dengan mengangkat tema “Mengantar Raja Ampat ke Pentas Dunia Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Potensi Wisata”. Enam pembicara hadir dalam seminar yang terbagi dalam 2 sesi tersebut.

Ke-6 pembicara tersebut adalah Drs. Yulius Sanoy, M.Sc (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat), Yusdi Lamatenggo, S.Pi, M.Si (Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat), Ir. Samuel Renyaan, M.Sc (Dosen FMIPA Universitas Cenderawasih, Papua), Dharmaputra Palekahelu, S.Pd, M.Pd, Ph.D (Pakar Pendidikan-UKSW), Titi Susilawati nDoen, S.Pd., MA., Ph.D (Pakar Pariwisata-UKSW) dan F. Samuel Papilaya, S.Kom, M.Cs (Pakar e-Learning-UKSW). Paparan oleh Bupati Raja Ampat menjadi pembuka rangkaian seminar kemarin.

Bupati  Raja Ampat Marcus Wanma menyatakan ada 2 potensi besar yang menjadi kekayaan Kabupaten Raja Ampat, yaitu potensi perikanan dan kelautan serta potensi pariwisata. Untuk mengantarkan Raja Ampat kepentas dunia, sektor pendidikan dan sektor pariwisata akan terus dipacu selain sektor lainnya seperti kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan infrastruktur dasar.

Kondisi pendidikan kabupaten yang berpenduduk 60. 328 jiwa ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Yulius Sanoy masih dijumpai sejumlah masalah, seperti belum merata dan  rendahnya mutu pendidikan serta terbatasnya tenaga guru. Terkait dengan hal ini, sejumlah hal direkomendasikan Dharmaputra Palekahelu, S.Pd, M.Pd, Ph.D seperti meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dengan pre serve education, in service training dan up grading melalui kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi seperti UKSW.

Dibidang pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata Yusdi Lamatenggo, mengatakan bahwa saat ini, Raja Ampat menjadi salah satu tempat tujuan wisata diving yang menjadi idola warga ngara asing. Dikatakan Yusdi, pada tahun 2010 ada setidaknya 4000 wisatawan asing yang mengunjungi Raja Ampat disamping sekitar 1000 wisatawan dalam negeri. Hal tersebut diperkirakan meningkat mengingat keindahan bawah laut Raja Ampat yang sudah terkenal.
Namun demikian, ada beberapa tantangan yang dihadapi, anatara lain pengembangan infrastruktur seperti hotel, restoran dan telekomunikasi; diversivikasi produk wisata seperti diving, wisata bahari dan kuliner. 

Dikatakan Yusdi, bahwa peran TI untuk promosi pariwisata saat ini sangat besar pengaruhnya. Untuk itu, dengan kerjasama yang terjalin dengan FTI UKSW diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi periwisata Kabupaten Raja Ampat. (upk_bphl/foto:upk)

Sumber: uksw.edu