Masyarakat Aborigin dan Teknologi Informasi

prof christie dan dekan ftiDalam rangkaian Acara Dies Natalis FTI IX, pada tanggal 1 Oktober 2012 diadakan Seminar dengan judul “Information Technology, Australian Aboriginal Knowledge and Civil Society”. Hadir sebagai pembicara adalah Prof. Michael Christie, Bed, MA, Ph.D dari Charles Darwin University – Australia. 

Secara khusus Prof .Michael Christie telah dikenal karya-karyanya sebagai seorang peneliti yang memfokuskan  kajiannya kepada Pengetahuan Lokal  (asli) masyarakat Aborigin di Australia. Sebagai seorang yang menaruh perhatian pada masyarakat Aborigin, penelitian yang dilakukan oleh Prof.Michael bukan saja sekedar menganalisa sejarah dan perkembangan masyarakat Aborigin, namun juga berupaya untuk memberikan pengaruh positif terhadap kebijakan pemerintah secara bottom-up. Lebih jauh, melaui penelitian yang dilakukannya, ia berhasil mengolah pengetahuan asli masyarakat Aborigin Yolnu kedalam suatu software pendidikan yang mampu untuk membantu pendidikan di masyarakat tersebut. Dalam seminarnya tersebut, Prof. Michael mengutarakan sekilas sejarah mengenai kondisi masyarakat Aborigin di Australia. Masyarakat Aborigin yang ada terdiri dari berbagai macam suku dengan kekhasannya masing-masing, utamanya dalam urusan bahasa. Penelitian yang dilakukan olehnya dilakukan secara spesifik di masyarakat Aborigin Yolnu.

 

Secara gamblang Prof.Michael menyatakan bahwa pengetahuan lokal (asli) seringkali diabaikan, atau dianggap tidak memiliki peranan penting ditengah-tengah perkembangan ilmu pengetahuan. Dilain sisi, upaya untuk mengangkat mengenai pengetahuan lokal tersebut kerap kali dihakimi dari satu sudut pandang pengetahuan yang menganalisanya. Disini Prof.Michael mengajukan suatu bentuk pendekatan yang ia sebut sebagai transdisiplinary approach. Lebih lanjut, ia pun mencoba untuk mendapatkan penjelasan mengenai pengetahuan asli tersebut seturut dengan apa yang sebenarnya dimaksud dan dihidupi oleh Masyarakat Aborigin Yolnu. Darisana ia kemudian menghasilan suatu hasil penelitian yang benar-benar mencerminkan pandangan pengetahuan lokal masyarakat tersebut. Pandangan lokal yang terungkap melalui penelitian Prof.Michael, ternyata memiliki banyak manfaat, khususnya dalam pengetahuan terhadap lingkungan. Dilain sisi, pengetahuan lokal tersebut mampu memberikan identitas baru bagi Australia.

Melalui penelitiannya ini Prof.Michael berhasil menerjemahkan aksara Aborigin-Yolnu kedalam akasara Latin (bahasa Inggris) dan hal ini merupakan sebuah penemuan yang baru. Dari penemuannya tersebut dikembangkan suatu soffware bahasa yang dapat membantu pembelajaran bahasa dan interaksi bahasa dengan masyarakat tersebut (oral dan lisan). Software bahasa ini kemudian dimodifikasi lagi kedalam sebuah software audio visual untuk kepentingan penyuluhan kesehatan dan pengobatan.

Paparan yang dibawakan oleh Prof.Michael dalam seminar ini menegaskan bahwa Teknologi Informasi bukan saja monopoli masyarakat modern. TIK sejatinya dapat dimanfaatkan hingga ke masyarakat ditempat-tempat yang sulit dijangkau. Hanya perlu diperhatikan pemanfaatan yang benar-benar memperhatikan pengetahuan lokal (asli). Artiya TIK yang hadir tidak boleh sampai merusak tatanan masyarakat yang ada. Justru TIK mesti mampu menghidupkan pengetahuan lokal tersebut (jiwanya dan semangatnya). Persis disinilah salah satu tugas dari Universitas untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat.(ys)